Frank Whittle
Marsekal Pertama Sir Frank Whittle adalah penemu yang menciptakan mesin jet pada tahun 1937, Ia dalah seorang opsir pada Royal Air Force (Angkatan Udara Kerajaan Inggris). Sementara itu pada masa yang bersamaan mesin jenis jet telah pula diciptakan dan telah diuji coba di sebuah pabrik di Jerman (Heinkel) pada Maret 1937. Perancangnya adalah seorang Jerman bernama Von Ohain. Mesin Whittle dikembangkan beberapa tahun lebih awal dari Dr Hans von Ohain asal Jerman yang merupakan desainer dari operasional mesin jet pertama .
Frank Whittle lahir pada tanggal 1 Juni 1907 di Coventry, Inggris. Selama 22 tahun ia bertugas di Royal Air Force (RAF). Tugas pertama Frank Whittle adalah merancang penggunaan mesin turbin gas untuk listrik pesawat terbang.
Sejak usia dini Whittle menunjukkan bakat dalam teknik dan minat dalam terbang. Pada awalnya ia ditolak oleh RAF tetapi bertekad untuk bergabung dengan Royal Air Force, ia mengatasi keterbatasan fisik dan diterima dan dikirim ke Sekolah Pelatihan Teknis untuk bergabung di Skuadron Pesawat Cranwell Apprentices. Dia mengajarkan teori mesin pesawat dan memperoleh pengalaman praktis dalam lokakarya rekayasa. Kemampuan akademisnya sebagai seorang Apprentice Pesawat membuatnya mendapatkan tempat di kursus pelatihan petugas di Cranwell . Dia unggul dalam studinya dan menjadi seorang pilot. Sementara menulis tesis di sana ia merumuskan konsep dasar yang mengarah pada penciptaan mesin turbojet, dan mematenkan pada desainnya pada tahun 1930. Selanjutnya Ia kursus lebih lanjut di University of Cambridge di mana ia lulus dengan Pertama.
Frank Whittle adalah seorang insinyur dan perwira Angkatan Udara Kerajaan Inggris yang dikenal sebagai penemu mesin jet. Lahir pada 1 Juni 1907 di Coventry, Warwickshire, Inggris, Whittle menunjukkan bakat dalam bidang teknik dan minat dalam penerbangan sejak usia dini. Ayahnya, seorang mekanik, memiliki bengkel kecil di mana Whittle muda sering membantu dan belajar tentang mesin.
Whittle bergabung dengan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) sebagai murid magang pada tahun 1923. Meskipun awalnya ditolak karena ukuran tubuhnya yang kecil, ia berhasil diterima setelah menjalani program kebugaran yang ketat. Di RAF, ia menunjukkan kemampuan akademis dan praktis yang luar biasa, yang membawanya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pelatihan sebagai perwira dan pilot di RAF College di Cranwell.
Selama masa pelatihannya, Whittle menulis tesis berjudul "Future Developments in Aircraft Design" pada tahun 1928, di mana ia mengemukakan konsep dasar yang kemudian mengarah pada penciptaan mesin jet. Ia memperoleh paten pertama untuk mesin turbo-jet pada tahun 1930. Meskipun idenya awalnya ditolak oleh Kementerian Udara dan industri swasta, Whittle tidak menyerah dan terus mengembangkan konsepnya.
Pada tahun 1936, Whittle bersama beberapa rekan mendirikan perusahaan Power Jets Ltd. untuk membangun mesin jetnya. Mesin jet pertama yang ia uji di darat pada tahun 1937 menjadi tonggak penting dalam sejarah penerbangan. Meskipun mesin jet operasional pertama dirancang di Jerman oleh Hans Pabst von Ohain dan digunakan dalam penerbangan pesawat jet pertama pada 27 Agustus 1939, kontribusi Whittle tetap diakui sebagai salah satu yang paling signifikan dalam pengembangan teknologi jet.
Perang Dunia II mendorong pemerintah Inggris untuk mendukung pengembangan mesin jet Whittle. Mesin jet ciptaannya dipasang pada pesawat Gloster E.28/39, yang melakukan penerbangan perdananya pada 15 Mei 1941. Pemerintah Inggris mengambil alih Power Jets Ltd. pada tahun 1944, dan pesawat jet Gloster Meteor mulai digunakan oleh RAF untuk mencegat roket V-1 Jerman.
Whittle pensiun dari RAF pada tahun 1948 dengan pangkat Air Commodore dan menerima gelar kebangsawanan pada tahun yang sama. Setelah pensiun, ia bekerja sebagai penasihat teknis di BOAC, insinyur di Shell, dan kemudian di Bristol Aero Engines. Pada tahun 1977, ia menjadi profesor riset di Akademi Angkatan Laut AS di Annapolis, Maryland.
Frank Whittle meninggal pada 8 Agustus 1996 di Columbia, Maryland, AS, pada usia 89 tahun. Warisannya sebagai penemu mesin jet tetap dikenang sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah penerbangan
GALERI
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

Komentar
Posting Komentar