Krishnamurti


Jiddu Krishnamurti adalah seorang filsuf, penulis, dan guru spiritual India yang lahir pada 12 Mei 1895 di Madanapalle, Madras Presidency, India. Ia dikenal karena pandangan-pandangannya yang unik tentang kehidupan, kebenaran, dan kebebasan. Krishnamurti menolak segala bentuk dogma, doktrin, dan kekuasaan, termasuk dirinya sendiri, dan menekankan bahwa "kebenaran adalah tanah yang tanpa jalan." Artikel ini akan mengulas kehidupan, karya, dan warisan Jiddu Krishnamurti.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Krishnamurti lahir dalam keluarga Brahmin Telugu yang sederhana. Ayahnya, Jiddu Narayanaiah, bekerja sebagai pejabat kolonial Britania. Pada usia muda, Krishnamurti dan saudaranya ditemukan oleh Annie Besant, seorang tokoh Theosophical Society, yang kemudian menjadi ibu tiri adopsinya. Besant percaya bahwa Krishnamurti adalah "Pendekar Dunia" yang akan membawa kebenaran baru ke dunia.

Karir dan Karya

Theosophical Society dan Pendekar Dunia

Pada usia muda, Krishnamurti dipilih oleh Theosophical Society sebagai "Pendekar Dunia" dan diajari untuk memenuhi peran tersebut. Namun, pada tahun 1929, ia menolak peran ini dan memutuskan untuk mengikuti jalan yang tidak ada jalan. Ia menolak segala bentuk organisasi, kepercayaan, dan guru, termasuk dirinya sendiri.

Karya Utama

Salah satu karya utama Krishnamurti adalah "The First and Last Freedom" (1954), di mana ia menggambarkan pandangan-pandangannya tentang kebebasan dan kebenaran. Ia juga menulis serangkaian esai yang dikenal sebagai "Commentaries on Living" (1956-1960), di mana ia membahas berbagai aspek kehidupan manusia dan cara mencapai kebebasan dari kondisi sosial, spiritual, dan budaya.

Pidato dan Diskusi

Selama hidupnya, Krishnamurti memberikan pidato dan diskusi di berbagai belahan dunia. Banyak dari pidatonya dan diskusinya telah dicatat dalam bentuk teks, audio, dan video. Ia berbicara kepada berbagai kelompok, termasuk ilmuwan, pendidik, ahli psikologi, dan siswa, dan banyak dari diskusinya yang berfokus pada kebebasan dari kondisi dan pemahaman hubungan manusia.

Pandangan Filosofis

Kebebasan dan Kebenaran

Pandangan utama Krishnamurti adalah bahwa kebebasan adalah kunci untuk mencapai kebenaran. Ia berargumen bahwa manusia harus bebas dari segala bentuk kondisi, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam diri mereka sendiri. Ia menekankan pentingnya pemahaman hubungan manusia dan melihat kebenaran tanpa melalui analisis intelektual atau penguraian introspektif.

Pembebasan dari Kondisi

Krishnamurti juga menekankan pentingnya pembebasan dari kondisi. Ia berpendapat bahwa manusia harus melihat totalitas kondisi tanpa adanya pemikiran, dan hanya melalui pemahaman ini mereka dapat mencapai kebebasan. Ia menolak segala bentuk teknik psikologis atau pengetahuan filosofis yang menghalangi pemahaman yang benar tentang keberadaan manusia.

Pengaruh dan Warisan

Pemikiran dan karya Krishnamurti telah mempengaruhi banyak tokoh penting, termasuk George Bernard Shaw, David Bohm, Alan Watts, dan Aldous Huxley. Ia juga memainkan peran penting dalam perkembangan pendidikan, dengan mendirikan sekolah-sekolah yang berdasarkan pandangannya tentang pendidikan bebas dari kondisi.

Meskipun Krishnamurti menolak segala bentuk pengakuan formal, karya-karyanya tetap tersebar luas dan terus diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Banyak dari diskusinya dan pidatonya tersedia dalam bentuk teks, audio, dan video, dan masih menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia.

Kesimpulan

Jiddu Krishnamurti adalah seorang pemikir dan guru yang luar biasa, yang telah memberikan sumbangan besar bagi pemahaman kita tentang kebebasan dan kebenaran. Melalui pandangan-pandangannya yang unik dan karya-karyanya yang mendalam, Krishnamurti mengajak kita untuk mencari kebenaran tanpa mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh orang lain. Warisan intelektualnya tetap relevan dan terus menginspirasi generasi baru pemikir dan guru.


GALERI





Komentar

Postingan Populer