Metamfetamina


Metamfetamina (metilamfetamina atau desoksiefedrin), disingkat meth, dan dikenal di Asia Tenggara, Hong Kong, Jepang dan Arab Saudi sebagai sabu-sabu atau shabu-shabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Obat ini dipergunakan untuk kasus parah ADHD atau narkolepsi dengan nama dagang Desoxyn, tetapi juga disalahgunakan sebagai narkotika. "Crystal meth" adalah bentuk kristal dari metamfetamina yang dapat dihisap lewat pipa.


Sejarah Metamfetamina

Metamfetamina pertama kali disintesis pada awal abad ke-20 dan awalnya digunakan untuk berbagai tujuan medis dan militer:

  1. Penemuan dan Penggunaan Awal: Metamfetamina pertama kali disintesis oleh seorang ahli kimia Jepang bernama Nagai Nagayoshi pada tahun 1893. Pada tahun 1919, seorang ahli kimia Jepang lainnya, Akira Ogata, menciptakan bentuk kristal dari metamfetamina yang lebih mudah digunakan.

  2. Penggunaan Militer: Selama Perang Dunia II, metamfetamina digunakan oleh militer Jepang, Jerman, dan Sekutu untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan pasukan. Obat ini diberikan kepada tentara untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan kinerja dalam pertempuran.

  3. Penggunaan Medis: Setelah perang, metamfetamina digunakan dalam pengobatan beberapa kondisi medis seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan obesitas. Namun, karena potensi penyalahgunaannya yang tinggi, penggunaannya dalam bidang medis sangat dibatasi.

Cara Kerja Metamfetamina

Metamfetamina bekerja dengan meningkatkan jumlah dopamin di otak, neurotransmitter yang terlibat dalam pengendalian gerakan, motivasi, dan sistem penghargaan. Peningkatan dopamin ini menyebabkan perasaan euforia yang intens dan peningkatan energi. Namun, efek ini juga disertai dengan berbagai risiko dan efek samping:

  1. Euforia dan Energi: Metamfetamina menyebabkan perasaan euforia yang kuat, peningkatan energi, dan penurunan nafsu makan. Pengguna mungkin merasa lebih percaya diri dan waspada.

  2. Ketergantungan dan Toleransi: Penggunaan metamfetamina yang berulang dapat menyebabkan toleransi, yang berarti pengguna perlu mengambil dosis yang lebih tinggi untuk mencapai efek yang sama. Ini dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis yang kuat.

  3. Efek Samping Fisik: Metamfetamina dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah tinggi, suhu tubuh yang meningkat, dan kerusakan pada pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan stroke.

  4. Efek Samping Psikologis: Penggunaan metamfetamina jangka panjang dapat menyebabkan kecemasan, paranoia, halusinasi, dan perilaku agresif. Pengguna juga dapat mengalami gangguan tidur dan depresi.

Dampak Sosial dan Kesehatan

Penyalahgunaan metamfetamina memiliki dampak luas pada individu, keluarga, dan masyarakat:

  1. Masalah Kesehatan: Penggunaan metamfetamina yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ tubuh, termasuk jantung, hati, dan ginjal. Pengguna juga berisiko tinggi terkena penyakit menular seperti HIV dan hepatitis karena penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

  2. Masalah Sosial: Ketergantungan pada metamfetamina dapat menyebabkan masalah sosial seperti kejahatan, kekerasan dalam rumah tangga, dan pengangguran. Pengguna metamfetamina sering kali kehilangan pekerjaan dan hubungan sosial mereka karena ketergantungan mereka pada obat ini.

  3. Masalah Keluarga: Keluarga pengguna metamfetamina sering kali mengalami stres yang signifikan dan masalah keuangan. Anak-anak dari pengguna metamfetamina mungkin menghadapi pengabaian atau kekerasan.

Upaya Pengendalian dan Pengobatan

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan penyalahgunaan metamfetamina dan memberikan pengobatan bagi mereka yang terkena dampaknya:

  1. Penegakan Hukum: Banyak negara memiliki hukum ketat yang melarang produksi, distribusi, dan penggunaan metamfetamina. Penegak hukum bekerja sama dengan badan-badan internasional untuk menghentikan perdagangan ilegal metamfetamina.

  2. Pengobatan dan Rehabilitasi: Program rehabilitasi dan terapi medis telah dikembangkan untuk membantu individu yang ketergantungan pada metamfetamina. Terapi ini mencakup konseling, terapi perilaku kognitif, dan dukungan kelompok.

  3. Pendidikan dan Pencegahan: Program pendidikan masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan metamfetamina sangat penting untuk pencegahan. Edukasi di sekolah, kampanye publik, dan dukungan komunitas dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan.

Penelitian dan Pengembangan

Penelitian terus dilakukan untuk memahami lebih baik mekanisme kerja metamfetamina dan mengembangkan pengobatan yang lebih efektif:

  1. Penelitian Neurosains: Studi neurosains berfokus pada bagaimana metamfetamina mempengaruhi otak dan sistem saraf. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan pengobatan baru untuk mengatasi ketergantungan dan efek samping metamfetamina.

  2. Pengobatan Alternatif: Penelitian juga dilakukan untuk menemukan pengobatan alternatif yang lebih aman dan efektif untuk kondisi medis yang saat ini diobati dengan metamfetamina.

  3. Pengembangan Vaksin: Beberapa penelitian sedang mengembangkan vaksin yang dapat mengurangi efek euforia metamfetamina dan membantu individu berhenti menggunakannya.

Metamfetamina adalah obat yang sangat kuat dan adiktif dengan dampak luas pada kesehatan dan masyarakat. Dengan upaya terus-menerus dalam penegakan hukum, pengobatan, edukasi, dan penelitian, kita dapat mengurangi dampak negatif metamfetamina dan memberikan dukungan kepada mereka yang terkena dampaknya.



GALERI





Komentar

Postingan Populer