René Descartes
Rene Descartes sering disebut sebagai bapak filsafat modern. Rene Descartes lahir di La Haye Touraine-Prancis dari sebuah keluarga borjuis. Ayah Descartes adalah ketua Parlemen Inggris dan memiliki tanah yang cukup luas (borjuis). Ketika ayah Descartes meninggal dan menerima warisan ayahnya, ia menjual tanah warisan itu, dan menginvestasikan uangnya dengan pendapatan enam atau tujuh ribu franc per tahun. Dia bersekolah di Universitas Jesuit di La Fleche dari tahun 1604-1612, yang tampaknya telah memberikan dasar-dasar matematika modern walaupun sebenarnya pendidikan itu bidang hukum. Pada tahun 1612, dia pergi ke Paris, namun kehidupan sosial di sana dia anggap membosankan, dan kemudian dia mengasingkan diri ke daerah terpencil di Prancis untuk menekuni Geometri, nama daerah terpencil itu Faubourg. Teman-temannya menemukan dia di tempat perasingan yang ia tinggali, maka untuk lebih menyembunyikan diri, ia memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi tentara Belanda (1617). Ketika Belanda dalam keadaan damai, dia tampak menikmati meditasinya tanpa gangguan selama dua tahun. Tetapi, meletusnya Perang Tiga Puluh Tahun mendorongnya untuk mendaftarkan diri sebagai tentara Bavaria (1619). Di Bavaria inilah selama musim dingin 1619-1620, dia mendapatkan pengalaman yang dituangkannya ke dalam buku Discours de la Methode (Russel, 2007:733). Descartes, kadang dipanggil "Penemu Filsafat Modern" dan "Bapak Matematika Modern", adalah salah satu pemikir paling penting dan berpengaruh dalam sejarah barat modern. Dia menginspirasi generasi filsuf kontemporer dan setelahnya, membawa mereka untuk membentuk apa yang sekarang kita kenal sebagai rasionalisme kontinental, sebuah posisi filosofikal pada Eropa abad ke-17 dan 18.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
René Descartes lahir di La Haye en Touraine, Prancis. Ia berasal dari keluarga bangsawan kecil dan memperoleh pendidikan awalnya di sekolah Jesuit, Collège Royal Henry-Le-Grand di La Flèche, dari tahun 1606 hingga 1614. Di sana, ia mempelajari matematika, logika, dan filsafat Aristotelian yang saat itu menjadi landasan pendidikan Eropa.
Pada tahun 1618, Descartes bergabung dengan pasukan tentara Belanda dan kemudian pasukan lain di Eropa. Selama periode ini, ia bertemu dengan berbagai ilmuwan dan filsuf, termasuk Isaac Beeckman, yang memperkenalkannya pada ide-ide tentang fisika dan matematika.
Karya Filsafat dan Matematika
Pada tahun 1628, Descartes pindah ke Belanda dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di sana, bekerja dalam suasana tenang yang ia butuhkan untuk berkarya. Pada tahun 1637, ia menerbitkan karya terkenalnya, "Discourse on the Method" (Discours de la méthode), yang berisi prinsip-prinsip dasar pendekatannya terhadap filsafat. Dalam karya ini, ia mengemukakan empat aturan metode yang menekankan pentingnya keraguan sistematis sebagai cara untuk mencapai kebenaran.
Selain "Discourse on the Method," Descartes juga menulis karya-karya lain yang penting dalam filsafat dan matematika, termasuk:
"Meditations on First Philosophy" (1641): Karya ini membahas bukti eksistensi Tuhan dan keabadian jiwa, serta menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam sejarah filsafat.
"Principles of Philosophy" (1644): Buku ini berusaha untuk memberikan pandangan menyeluruh tentang ilmu pengetahuan berdasarkan prinsip-prinsip yang pasti.
"Geometry" (1637): Dalam karya ini, Descartes memperkenalkan sistem koordinat kartesian yang merevolusi matematika dengan memungkinkan representasi geometris dari persamaan aljabar.
Dualisme Cartesian dan Kontribusi Lain
Salah satu gagasan paling terkenal yang dikemukakan Descartes adalah dualisme kartesian, yang memisahkan pikiran (res cogitans) dan tubuh (res extensa). Menurut Descartes, pikiran adalah entitas non-material yang tidak terpengaruh oleh hukum fisika, sementara tubuh adalah entitas material yang tunduk pada hukum fisika. Gagasan ini memiliki dampak besar pada perkembangan filsafat, psikologi, dan ilmu pengetahuan.
Descartes juga dikenal dengan kalimat terkenalnya, "Cogito, ergo sum" yang berarti "Aku berpikir, maka aku ada." Kalimat ini muncul dalam "Meditations on First Philosophy" dan menjadi dasar bagi epistemologi dan ontologi modern.
Akhir Hayat dan Warisan
Pada tahun 1649, Descartes menerima undangan dari Ratu Christina dari Swedia untuk datang ke Stockholm dan menjadi guru filsafatnya. Namun, iklim yang keras dan rutinitas yang ketat membuat kesehatannya menurun. René Descartes meninggal di Stockholm pada 11 Februari 1650.
Warisan Descartes tetap hidup dalam berbagai disiplin ilmu. Dalam filsafat, ia diakui sebagai pionir dalam pendekatan rasionalistik dan skeptisisme. Dalam matematika, sistem koordinat kartesian yang ia kembangkan masih menjadi dasar geometri analitik. Selain itu, metode skeptis dan analitis yang ia perkenalkan membuka jalan bagi perkembangan metode ilmiah yang menjadi fondasi ilmu pengetahuan modern.
GALERI
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar