Thomas Carlyle




Thomas Carlyle (4 Desember 1795 – 5 Februari 1881) adalah seorang penulis satir dari Skotlandia, penulis esai, sejarawan, dan guru pada era Victoria. Ia menyebut ekonomi sebagai "ilmu yang suram", menulis artikel untuk Edinburgh Encyclopedia, dan menjadi komentator sosial yang kontroversial.

Ia berasal dari keluarga Kalvinis yang ketat, dan pada awalnya diharapkan mengikuti jejak orangtuanya dan menjadi pendeta, tetapi ketika kuliah di Universitas Edinburgh, ia berhenti menjadi orang percaya. Walaupun demikian, nilai-nilai Kalvinisme tetap ia pertahankan hingga akhir hidupnya. Kombinasi antara temperamen religius ini dengan hilangnya iman kepercayaannya terhadap kekristenan tradisional membuat karya-karya Carlyle menarik untuk orang-orang pada zaman Victoria yang sedang bergumul dengan perubahan politik dan ilmu pengetahuan yang mengancam hierarki sosial tradisional mereka.


Kehidupan Awal dan Pendidikan

Thomas Carlyle lahir dalam keluarga petani miskin di Skotlandia. Ia menempuh pendidikan awalnya di Annan Academy sebelum melanjutkan ke University of Edinburgh. Meskipun awalnya ia berencana untuk menjadi pendeta, Carlyle akhirnya memilih untuk mengejar karier di bidang sastra dan penulisan. Selama masa studinya, Carlyle tertarik pada karya-karya para filsuf dan penulis Jerman seperti Johann Wolfgang von Goethe dan Friedrich Schiller, yang kemudian memengaruhi pemikirannya.

Karir dan Karya

Sartor Resartus

Salah satu karya awal Carlyle yang paling terkenal adalah "Sartor Resartus," yang diterbitkan secara serial pada tahun 1833-1834. Buku ini berbentuk novel fiksi filosofi dan menyajikan pandangan-pandangan Carlyle tentang kehidupan, spiritualitas, dan pakaian sebagai simbol kebudayaan manusia. Meskipun awalnya tidak mendapat sambutan hangat, "Sartor Resartus" kemudian diakui sebagai karya klasik yang mempengaruhi banyak penulis dan pemikir setelahnya.

Sejarah Revolusi Prancis

Karya monumental Carlyle lainnya adalah "The French Revolution: A History," yang diterbitkan pada tahun 1837. Buku ini adalah sebuah studi mendalam tentang peristiwa-peristiwa Revolusi Prancis dan menggambarkan peristiwa-peristiwa tersebut dengan gaya penulisan yang dramatis dan hidup. Carlyle menggunakan pendekatan naratif untuk menyampaikan sejarah, dan karyanya ini dianggap sebagai salah satu karya sejarah yang paling berpengaruh pada masanya.

Pahlawan dan Pemujaan Pahlawan

Pada tahun 1841, Carlyle menerbitkan serangkaian ceramah yang diberi judul "On Heroes, Hero-Worship, & the Heroic in History." Dalam karya ini, Carlyle mengemukakan pandangan tentang pentingnya peran pahlawan dalam sejarah manusia. Ia berargumen bahwa pahlawan adalah individu yang memiliki kualitas luar biasa dan mampu mempengaruhi jalannya sejarah. Pandangan ini menginspirasi banyak pemikir dan tokoh politik pada abad ke-19 dan ke-20.

Kritik Sosial dan Pandangan Politik

Carlyle dikenal sebagai kritikus sosial yang tajam. Dalam esai-esainya, ia sering mengkritik kondisi sosial dan politik zamannya, termasuk industrialisasi dan materialisme yang berkembang pesat di Inggris. Salah satu esai terkenalnya adalah "Signs of the Times," yang diterbitkan pada tahun 1829. Dalam esai ini, Carlyle mengecam mekanisasi dan kehilangan spiritualitas dalam masyarakat modern.

Selain itu, Carlyle juga dikenal karena pandangannya yang kontroversial tentang pemerintahan dan masyarakat. Ia percaya bahwa kepemimpinan yang kuat dan karismatik diperlukan untuk mengarahkan masyarakat menuju kemajuan. Pandangan ini terkadang membuatnya dianggap sebagai pendukung otoritarianisme, meskipun niatnya adalah untuk mengecam kelemahan dan ketidakadilan dalam sistem demokrasi saat itu.

Pengaruh dan Warisan

Pemikiran dan karya Carlyle memiliki pengaruh yang luas dalam bidang sejarah, sastra, dan kritik sosial. Gaya penulisannya yang bersemangat dan penuh gairah telah menginspirasi banyak penulis dan sejarawan setelahnya. Pengaruh Carlyle juga terlihat dalam karya-karya penulis seperti Ralph Waldo Emerson, John Ruskin, dan George Eliot.

Namun, pandangan-pandangan Carlyle juga menimbulkan kontroversi. Kritikannya terhadap masyarakat modern dan pandangannya yang dianggap mendukung otoritarianisme sering kali menjadi bahan perdebatan di kalangan intelektual. Meskipun demikian, warisan Carlyle sebagai seorang sejarawan dan kritikus sosial tetap dihargai hingga saat ini.

Kesimpulan

Thomas Carlyle adalah seorang tokoh yang brilian dan penuh gairah dalam bidang sejarah dan kritik sosial. Melalui karya-karyanya yang monumental, seperti "The French Revolution: A History" dan "On Heroes," Carlyle telah memberikan sumbangan besar bagi pemahaman kita tentang sejarah dan peran individu dalam perubahan sosial. Meskipun pandangannya kontroversial, pengaruhnya tetap terasa dalam dunia intelektual hingga hari ini. Warisan Carlyle mengingatkan kita akan pentingnya pemikiran kritis dan keberanian untuk mengecam ketidakadilan dalam masyarakat.



GALERI





Komentar

Postingan Populer