Xi Jinping



Xi Jinping lahir pada tanggal 15 Juni 1953 di Beijing, keluarganya berasal dari County Fuping, Shaanxi. Ia adalah putra kedua dari pasangan Qi Xin dan Xi Zhongxun. Ayahnya adalah salah seorang pendiri gerakan gerilya komunis di Shaanxi dan mantan Wakil Perdana Menteri. Pada saat itu, ayahnya menjabat sebagai kepala departemen propaganda Partai Komunis dan kemudian menjadi Wakil Ketua Kongres Rakyat Nasional.Pada saat Revolusi Kebudayaan, ayahnya dituduh sebagai pengkhianat, dan ditangkap. Ia pun bekerja di sebuah pabrik di Luoyang, Henan[8] Xi kemudian pindah ke County Yanchuan, Shaanxi, pada tahun 1969 dan bekerja di organisasi Gerakan Penduduk Desa Mao Zedong. Ia kemudian diangkat menjadi sekretaris tim produksi di kantor cabang Partai.

Dari tahun 1975 sampai 1979, Xi belajar teknik kimia di Universitas Tsinghua. Sejak 1998 hingga 2002, ia mempelajari teori Marxis dan pendidikan ideologi dalam program pasca-sarjana di Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial, juga di Universitas Tsinghua, dan memperoleh gelar LLD.Dari tahun 1979 hingga 1982, ia menjabat sebagai sekretaris Geng Biao, kemudian diangkat sebagai wakil perdana menteri dan Sekretaris Jenderal Komisi Militer Sentral. Xi terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok pada tanggal 15 Maret 2008.

Xi terpilih menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina pada tanggal 15 November 2012 dalam sebuah pemungutan suara yang digelar oleh 18 Kongres Nasional Partai Komunis Cina di Beijing. Xi terpilih menjadi Presiden Republik Rakyat Cina pada tanggal 14 Maret 2013 dalam sebuah pemungutan suara yang digelar oleh Kongres Rakyat Nasional. Ia memperoleh 2.952 suara, dengan satu suara tidak setuju dan tiga suara abstain. Xi menggantikan Hu Jintao yang pensiun setelah menjabat selama dua periode.

Xi menikah dengan Ke Lingling, putri duta besar RRT untuk Inggris, pada awal 1980, namun pernikahan ini berakhir dengan perceraian beberapa tahun kemudian. Xi kemudian menikah lagi dengan penyanyi terkenal Peng Liyuan pada tahun 1987. Dari pernikahan ini, pasangan ini dikaruniai seorang putri bernama Xi Mingze.



Xi Jinping adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia saat ini. Sebagai pemimpin tertinggi Tiongkok, ia telah memainkan peran penting dalam mengarahkan negara tersebut menuju era baru kekuatan ekonomi dan politik. Mari kita telusuri lebih dalam tentang perjalanan hidup dan karier Xi Jinping.

Perjalanan Hidup dan Karier Xi Jinping

  1. Latar Belakang dan Pendidikan: Xi Jinping lahir pada 15 Juni 1953 di Beijing, Tiongkok. Ia adalah putra dari Xi Zhongxun, seorang revolusioner dan pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok. Xi Jinping menempuh pendidikan di Universitas Tsinghua, salah satu universitas paling bergengsi di Tiongkok, di mana ia mempelajari teknik kimia dan kemudian meraih gelar doktor dalam teori Marxisme.

  2. Karier Politik Awal: Xi Jinping memulai karier politiknya di provinsi-provinsi pesisir Tiongkok. Ia menjabat sebagai Gubernur Fujian dari tahun 1999 hingga 2002, dan kemudian menjadi Gubernur serta Sekretaris Partai Komunis di Zhejiang dari tahun 2002 hingga 2007. Pada tahun 2007, ia dipindahkan ke Shanghai sebagai Sekretaris Partai untuk waktu yang singkat sebelum dipromosikan ke kepemimpinan pusat.

  3. Kepemimpinan Nasional: Pada November 2012, Xi Jinping terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok dan Ketua Komisi Militer Pusat. Pada Maret 2013, ia terpilih sebagai Presiden Tiongkok oleh Kongres Rakyat Nasional, memulai masa jabatan pertamanya sebagai pemimpin Tiongkok. Xi Jinping kemudian terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pada tahun 2017 dan 2018.

  4. Kebijakan dan Reformasi: Xi Jinping dikenal dengan berbagai kebijakan dan reformasi yang signifikan. Ia meluncurkan kampanye anti-korupsi besar-besaran yang telah menjerat banyak pejabat tinggi. Selain itu, ia juga mendorong reformasi ekonomi dengan fokus pada inovasi teknologi dan pengembangan industri dalam negeri. Xi juga memperkuat kontrol Partai Komunis atas berbagai aspek kehidupan di Tiongkok, termasuk media dan internet.

  5. Pengaruh Global: Di bawah kepemimpinan Xi Jinping, Tiongkok telah memperluas pengaruhnya di panggung global. Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) adalah salah satu proyek ambisius yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan kerjasama ekonomi antara Tiongkok dan negara-negara lain di dunia. Xi juga aktif dalam diplomasi internasional, menjalin hubungan dengan berbagai negara dan organisasi internasional.

  6. Tantangan dan Kritik: Meskipun banyak pencapaian, kepemimpinan Xi Jinping juga menghadapi kritik dan tantangan. Beberapa kebijakan domestiknya, seperti pengetatan kontrol terhadap kebebasan berpendapat dan penindasan terhadap minoritas etnis, telah menuai kritik dari komunitas internasional. Selain itu, ketegangan perdagangan dengan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, juga menjadi tantangan besar bagi Tiongkok di bawah kepemimpinannya.

Xi Jinping adalah sosok yang kompleks dengan visi besar untuk Tiongkok. Kepemimpinannya telah membawa perubahan signifikan baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Namun, tantangan dan kritik yang dihadapinya menunjukkan bahwa perjalanan Tiongkok di bawah kepemimpinannya masih penuh dengan dinamika dan ketidakpastian.


GALERI






Komentar

Postingan Populer