Abraham Maslow
Abraham Maslow: Pelopor Teori Kebutuhan dan Aktualisasi Diri
Kehidupan dan Latar Belakang
Abraham Maslow lahir pada tanggal 1 April 1908 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Ia adalah anak tertua dari tujuh bersaudara dalam keluarga imigran Yahudi dari Rusia. Orang tuanya sangat mendorong pendidikan sebagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Maslow tumbuh sebagai anak yang introvert dan cerdas, yang menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan belajar.
Karir dan Kontribusi dalam Psikologi
Maslow dikenal karena pendekatan psikologi humanistik yang berbeda dengan pendekatan psikoanalitik tradisional dan behaviorisme. Ia percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang, dan bahwa pemahaman tentang manusia harus mencakup aspek-aspek positif seperti kreativitas, cinta, dan kebijaksanaan.
Teori Hierarki Kebutuhan
Salah satu kontribusi terbesar Maslow adalah teori hierarki kebutuhan manusia, yang pertama kali diperkenalkan dalam artikel "A Theory of Human Motivation" (1943) dan kemudian diuraikan lebih lanjut dalam bukunya "Motivation and Personality" (1954). Teori ini menggambarkan lima tingkat kebutuhan manusia yang harus dipenuhi secara berurutan, mulai dari yang paling dasar hingga yang paling kompleks:
Kebutuhan Fisiologis: Kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup, seperti makanan, air, tempat tinggal, dan istirahat.
Kebutuhan Keamanan: Kebutuhan untuk merasa aman dan terlindungi dari ancaman fisik dan emosional.
Kebutuhan Sosial: Kebutuhan untuk merasa dicintai dan diterima dalam hubungan sosial, termasuk persahabatan, keluarga, dan hubungan romantis.
Kebutuhan Penghargaan: Kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari orang lain, serta rasa harga diri dan prestasi.
Kebutuhan Aktualisasi Diri: Kebutuhan untuk mencapai potensi penuh dan berkembang menjadi pribadi yang seutuhnya, termasuk kreativitas, pertumbuhan pribadi, dan pencapaian tujuan hidup.
Maslow juga mengakui adanya kebutuhan tambahan di luar lima tingkat tersebut, seperti kebutuhan akan estetika dan pemahaman. Namun, ia menekankan bahwa kebutuhan aktualisasi diri adalah puncak dari perkembangan manusia.
Konsep Aktualisasi Diri
Maslow juga mengidentifikasi apa yang ia sebut sebagai "pengalaman puncak," yaitu momen-momen kebahagiaan dan kepuasan yang mendalam ketika individu merasa terhubung dengan diri mereka sendiri dan dunia sekitar. Pengalaman puncak ini sering kali terkait dengan pencapaian tujuan hidup dan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri.
Warisan dan Pengaruh
Maslow juga dikenal sebagai salah satu pendiri Asosiasi Psikologi Humanistik dan telah menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya yang luar biasa dalam bidang psikologi. Bukunya, seperti "Toward a Psychology of Being" (1962) dan "The Farther Reaches of Human Nature" (1971), tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak praktisi dan peneliti dalam bidang psikologi.
Kritik dan Kontroversi
Namun, pengaruh Maslow tetap kuat dalam psikologi kontemporer, dan banyak konsep yang ia kembangkan terus digunakan dan dikembangkan lebih lanjut oleh para peneliti dan praktisi. Ide-idenya tentang potensi manusia dan pertumbuhan pribadi tetap relevan dalam upaya memahami dan meningkatkan kesejahteraan manusia.
GALERI
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar