Albert Bandura
Albert Bandura: Teori Belajar Sosial dan Kontribusi dalam Psikologi
Kehidupan dan Latar Belakang
Bandura meraih gelar Bachelor of Arts dalam bidang psikologi dari Universitas British Columbia pada tahun 1949. Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Iowa, di mana ia memperoleh gelar Master of Arts pada tahun 1951 dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada tahun 1952.
Karir dan Kontribusi dalam Psikologi
Setelah menyelesaikan studinya, Bandura bergabung dengan Universitas Stanford sebagai dosen pada tahun 1953 dan menghabiskan sebagian besar kariernya di sana. Selama di Stanford, Bandura melakukan berbagai penelitian yang kemudian menjadi dasar dari teori belajar sosialnya.
Teori Belajar Sosial
Teori belajar sosial Bandura menekankan pentingnya proses observasi, imitasi, dan modeling dalam pembelajaran. Menurut Bandura, individu dapat belajar perilaku baru dengan mengamati orang lain dan meniru tindakan mereka. Ini berbeda dengan pandangan tradisional yang menganggap pembelajaran hanya terjadi melalui pengalaman langsung.
Beberapa konsep kunci dalam teori belajar sosial Bandura antara lain:
Pengamatan (Observational Learning): Proses di mana individu belajar perilaku baru dengan mengamati perilaku orang lain, yang dikenal sebagai model. Bandura menekankan bahwa manusia tidak hanya belajar melalui pengalaman langsung, tetapi juga melalui pengamatan terhadap lingkungan sosial mereka.
Modeling: Proses di mana individu meniru perilaku model yang diamati. Bandura menunjukkan bahwa modeling dapat terjadi secara sengaja atau tidak sengaja, dan bahwa individu cenderung meniru model yang mereka anggap berwibawa, menarik, atau mirip dengan mereka sendiri.
Proses Kognitif: Bandura mengakui bahwa proses kognitif seperti perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi berperan penting dalam pembelajaran. Individu harus memperhatikan model, mengingat perilaku yang diamati, mampu mereproduksi perilaku tersebut, dan termotivasi untuk melakukannya.
Percobaan Bobo Doll
Hasil percobaan menunjukkan bahwa anak-anak yang melihat model agresif cenderung meniru perilaku agresif tersebut, sementara anak-anak yang tidak melihat model agresif cenderung bermain dengan boneka dengan cara yang lebih damai. Percobaan ini memberikan bukti kuat bahwa anak-anak dapat belajar perilaku agresif melalui pengamatan dan meniru model.
Self-Efficacy
Individu dengan self-efficacy tinggi cenderung lebih percaya diri, gigih, dan mampu mengatasi tantangan, sementara individu dengan self-efficacy rendah cenderung meragukan kemampuan mereka sendiri, mudah menyerah, dan mengalami stres yang lebih tinggi.
Warisan dan Pengaruh
Bandura menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya yang luar biasa dalam bidang psikologi, termasuk Medali Emas dari American Psychological Association dan National Medal of Science. Bukunya, seperti "Social Learning Theory" (1977) dan "Self-Efficacy: The Exercise of Control" (1997), tetap menjadi referensi penting bagi banyak peneliti dan praktisi dalam bidang psikologi.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar