Burrhus F. Skinner






Burrhus Frederic Skinner: Bapak Psikologi Behaviorisme

Burrhus Frederic Skinner (1904-1990) adalah salah satu psikolog paling berpengaruh abad ke-20, dikenal terutama sebagai bapak psikologi behaviorisme. Skinner mengembangkan konsep-konsep penting seperti kondisioning operan dan penguatan, yang menjadi dasar bagi banyak teori dan teknik dalam psikologi, pendidikan, dan bahkan ilmu komputer. Artikel ini akan mengulas kehidupan, karya, dan warisan B.F. Skinner serta kontribusinya yang monumental dalam bidang psikologi.

Kehidupan dan Latar Belakang

B.F. Skinner lahir pada tanggal 20 Maret 1904 di Susquehanna, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ayahnya adalah seorang pengacara, sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Skinner tumbuh di lingkungan yang menekankan pendidikan dan disiplin. Sejak kecil, Skinner menunjukkan minat besar dalam bidang sastra dan ilmu pengetahuan.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Skinner melanjutkan studi di Universitas Hamilton, di mana ia meraih gelar sarjana dalam bidang sastra Inggris pada tahun 1926. Awalnya, Skinner bercita-cita menjadi seorang penulis, tetapi setelah menghadapi beberapa kesulitan dalam karir menulisnya, ia memutuskan untuk beralih ke psikologi.

Karir dan Kontribusi dalam Psikologi

Skinner kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Harvard, di mana ia meraih gelar doktor dalam bidang psikologi pada tahun 1931. Di Harvard, Skinner mulai mengembangkan teori-teori yang kelak akan mengubah lanskap psikologi. Ia menciptakan berbagai alat eksperimental, seperti "Skinner Box," untuk mempelajari perilaku hewan dan prinsip-prinsip pembelajaran.

Kondisioning Operan

Salah satu kontribusi terbesar Skinner adalah teori kondisioning operan, yang menjelaskan bagaimana perilaku diperkuat atau dilemahkan oleh konsekuensinya. Dalam kondisioning operan, ada tiga komponen utama:

  • Penguatan (Reinforcement): Memberikan stimulus yang meningkatkan kemungkinan terulangnya perilaku tertentu.

  • Penghukuman (Punishment): Memberikan stimulus yang mengurangi kemungkinan terulangnya perilaku tertentu.

  • Penghapusan (Extinction): Menghilangkan penguatan yang sebelumnya mendukung perilaku, sehingga perilaku tersebut berangsur-angsur menghilang.

Skinner mengklasifikasikan penguatan menjadi dua jenis:

  • Penguatan Positif: Menambahkan stimulus positif setelah perilaku yang diinginkan dilakukan, misalnya memberikan hadiah kepada anak yang berhasil menyelesaikan tugasnya.

  • Penguatan Negatif: Menghilangkan stimulus negatif setelah perilaku yang diinginkan dilakukan, misalnya membebaskan seorang pelajar dari tugas rumah tangga setelah ia mendapatkan nilai baik.

Prinsip Penguatan

Skinner juga mengembangkan konsep "jadwal penguatan" untuk menggambarkan berbagai cara pemberian penguatan. Beberapa jadwal penguatan yang terkenal adalah:

  • Jadwal Tetap (Fixed Ratio): Penguatan diberikan setelah sejumlah respon tertentu, misalnya setelah setiap lima kali respon.

  • Jadwal Interval Tetap (Fixed Interval): Penguatan diberikan setelah interval waktu yang tetap, misalnya setiap sepuluh menit.

  • Jadwal Rasio Variabel (Variable Ratio): Penguatan diberikan setelah sejumlah respon yang tidak tetap, misalnya setelah rata-rata tiga kali respon.

  • Jadwal Interval Variabel (Variable Interval): Penguatan diberikan setelah interval waktu yang tidak tetap, misalnya rata-rata setiap lima menit.

Aplikasi dan Warisan

Konsep-konsep yang dikembangkan oleh Skinner memiliki aplikasi luas dalam berbagai bidang. Dalam pendidikan, teori penguatan digunakan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui pemberian reward dan feedback yang tepat. Dalam psikoterapi, prinsip kondisioning operan diterapkan untuk mengubah perilaku maladaptif pada individu.

Skinner juga mempengaruhi dunia teknologi dan sains dengan gagasannya tentang "mesin pembelajaran" dan "programmed instruction." Ia meramalkan peran teknologi dalam pendidikan jauh sebelum era digitalisasi.

Selain itu, Skinner menulis banyak buku dan artikel yang telah menjadi literatur klasik dalam psikologi, seperti "The Behavior of Organisms" (1938), "Walden Two" (1948), dan "Beyond Freedom and Dignity" (1971). Ia menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya yang luar biasa, termasuk Medali Emas dari American Psychological Association dan National Medal of Science.

Kritik dan Kontroversi

Meskipun banyak diakui, teori-teori Skinner juga menuai kritik. Beberapa kritikus berpendapat bahwa behaviorisme terlalu reduksionis karena mengabaikan aspek kognitif dan emosional dalam memahami perilaku manusia. Selain itu, eksperimen yang dilakukan Skinner pada hewan sering kali dipertanyakan etisnya.

Namun, pengaruh Skinner tetap kuat dalam psikologi kontemporer, dan banyak prinsip yang ia kembangkan terus digunakan dan dikembangkan lebih lanjut oleh para peneliti dan praktisi.


GALERI





Komentar

Postingan Populer