Carl Rogers
Carl Rogers: Pelopor Psikologi Humanistik
Kehidupan dan Latar Belakang
Carl Rogers lahir pada tanggal 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinois, Amerika Serikat. Ia adalah anak keempat dari enam bersaudara dalam keluarga yang sangat religius dan konservatif. Orang tuanya sangat menekankan pentingnya pendidikan dan kerja keras. Rogers menyelesaikan pendidikan dasarnya di rumah sebelum memasuki sekolah menengah dan akhirnya melanjutkan studi di Universitas Wisconsin.
Pada awalnya, Rogers berminat dalam bidang pertanian dan teologi. Namun, setelah mengalami perubahan pandangan selama masa studinya, ia memutuskan untuk beralih ke psikologi dan pendidikan. Pada tahun 1924, ia lulus dengan gelar Bachelor of Arts dalam bidang sejarah dan kemudian melanjutkan studi di Union Theological Seminary di New York City. Di sana, Rogers bertemu dengan sejumlah tokoh penting dalam bidang psikologi, termasuk William H. Kilpatrick, yang menginspirasinya untuk mengejar karir dalam psikologi klinis.
Kontribusi dalam Psikologi
Carl Rogers dikenal karena pendekatan terapi yang inovatif, yang dikenal sebagai Terapi Berpusat pada Klien atau Terapi Humanistik. Pendekatan ini berbeda dengan pendekatan psikoanalitik tradisional yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Beberapa konsep kunci dalam terapi Rogers antara lain:
Kongruensi (Authenticity): Terapi yang efektif memerlukan terapis yang autentik, jujur, dan tidak berpura-pura.
Penerimaan Tanpa Syarat (Unconditional Positive Regard): Terapis harus menerima klien tanpa syarat, apa adanya, tanpa menghakimi.
Pemahaman Empatik (Empathic Understanding): Terapis harus berusaha memahami perasaan dan perspektif klien sebaik mungkin.
Teori Kepribadian
Rogers berpendapat bahwa aktualisasi diri hanya bisa terjadi jika individu berada dalam lingkungan yang mendukung dan tidak menekan. Lingkungan yang penuh dengan penerimaan tanpa syarat, autentisitas, dan empati akan membantu individu berkembang dan mencapai potensi penuh mereka.
Warisan dan Pengaruh
Selain itu, Rogers juga dikenal sebagai salah satu pendiri Asosiasi Psikologi Humanistik dan telah menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya yang luar biasa dalam bidang psikologi. Buku-buku dan tulisannya, seperti "On Becoming a Person" (1961), tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak praktisi dan peneliti dalam bidang psikologi.
GALERI
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar