John Watson
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Watson menempuh pendidikan di Furman University di Greenville, Carolina Selatan, di mana ia memperoleh gelar sarjana pada tahun 1899. Ia kemudian melanjutkan studi di University of Chicago, di mana ia belajar di bawah bimbingan ahli fisiologi terkenal, Jacques Loeb. Di sini, Watson mengembangkan minat dalam psikologi eksperimental dan penelitian tentang perilaku hewan.
Karier dan Kontribusi
Watson berpendapat bahwa psikologi harus fokus pada studi perilaku yang dapat diamati dan diukur, bukan pada proses mental yang tidak dapat diamati secara langsung. Ia percaya bahwa perilaku manusia dan hewan dapat dijelaskan sepenuhnya melalui stimulus-respons tanpa perlu mempertimbangkan kesadaran atau introspeksi. Pandangan ini sangat berbeda dari pendekatan introspektif yang dominan pada masa itu, yang dipengaruhi oleh psikoanalisis dan teori kesadaran.
Eksperimen "Little Albert"
Salah satu eksperimen paling terkenal dan kontroversial yang dilakukan oleh Watson adalah eksperimen "Little Albert" pada tahun 1920. Dalam eksperimen ini, Watson dan asistennya, Rosalie Rayner, mengkondisikan seorang bayi bernama Albert untuk merasa takut terhadap tikus putih dengan mengasosiasikan tikus tersebut dengan suara keras yang menakutkan. Setelah beberapa kali repetisi, Albert mulai menunjukkan rasa takut terhadap tikus putih, serta objek lain yang memiliki kemiripan seperti bulu kelinci dan mantel bulu.
Eksperimen "Little Albert" menunjukkan bahwa emosi manusia dapat dikondisikan melalui asosiasi stimulus. Namun, eksperimen ini menuai kritik karena etika penelitian yang dipertanyakan dan dampak psikologis yang mungkin dialami oleh Albert.
Pengaruh dan Warisan
John Watson adalah tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan psikologi behaviorisme. Pandangannya tentang fokus pada perilaku yang dapat diamati menjadi landasan bagi penelitian dan terapi perilaku yang lebih lanjut. Behaviorisme Watson juga memberikan dampak besar pada bidang pendidikan, dengan pendekatan yang menekankan pentingnya reinforcement dan hukuman dalam proses pembelajaran.
Setelah meninggalkan Johns Hopkins University pada tahun 1920 karena skandal pribadi, Watson beralih ke dunia bisnis dan periklanan. Ia bekerja sebagai eksekutif periklanan di J. Walter Thompson, di mana ia menerapkan prinsip-prinsip behaviorisme dalam strategi pemasaran dan iklan. Meskipun meninggalkan dunia akademis, kontribusinya tetap memberikan dampak besar pada berbagai bidang.
Tahun-Tahun Akhir dan Warisan
Hingga hari ini, aliran behaviorisme yang dikembangkan oleh Watson masih digunakan dalam berbagai aplikasi praktis, termasuk terapi perilaku dan pendekatan pendidikan. Karyanya terus memberikan wawasan yang berharga tentang cara memahami dan memanipulasi perilaku manusia dan hewan.
GALERI
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar