Willem Johan Kolff
Pendidikan dan Karier Awal
Kolff memulai studi kedokterannya di Universitas Leiden pada tahun 1930 dan lulus dengan gelar M.D. pada tahun 1938. Setelah itu, ia melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Groningen, di mana ia mulai tertarik pada kemungkinan mensimulasikan fungsi ginjal secara artifisial untuk menghilangkan racun dari darah pasien dengan gagal ginjal. Pada tahun 1940, Kolff mendirikan bank darah pertama di Eropa di Den Haag.
Penemuan Ginjal Buatan
Selama Perang Dunia II, Kolff bekerja di rumah sakit kota kecil di Kampen, di mana ia mengembangkan ginjal buatan pertama pada tahun 1943. Dengan menggunakan drum kayu, tabung selofan, dan bak cucian, Kolff membangun alat yang menarik darah pasien, membersihkannya dari kotoran, dan kemudian memompanya kembali ke dalam tubuh pasien. Meskipun 15 pasien pertama yang menggunakan mesin ini tidak bertahan lebih dari beberapa hari, Kolff tidak putus asa dan terus mengembangkan teknologinya.
Pada tahun 1945, Kolff berhasil menyelamatkan nyawa pasien pertama dengan menggunakan mesin hemodialisisnya. Setelah perang berakhir, Kolff menyumbangkan ginjal buatannya ke rumah sakit lain untuk memperkenalkan teknologi ini. Di Eropa, Kolff mengirim mesin ke London, Amsterdam, dan Polandia. Pada tahun 1948, mesin yang dikirim ke Dr. Isidore Snapper di Mount Sinai Hospital di New York City digunakan untuk melakukan dialisis manusia pertama di Amerika Serikat.
Karier di Amerika Serikat
Pada tahun 1950, Kolff pindah ke Amerika Serikat untuk mencari peluang baru. Di sana, ia melanjutkan penelitiannya dan mengembangkan berbagai organ buatan lainnya, termasuk jantung buatan pertama pada tahun 1956. Selama kariernya, Kolff menerima banyak penghargaan dan pengakuan internasional atas karyanya, termasuk 13 gelar doktor kehormatan dari universitas di seluruh dunia dan 127 penghargaan internasional.
Warisan dan Pengaruh
Penemuan-penemuan Kolff telah menyelamatkan jutaan nyawa dan mengubah cara kita menangani penyakit ginjal dan organ lainnya. Hingga hari ini, teknologi yang dikembangkan oleh Kolff terus digunakan dan dikembangkan lebih lanjut oleh para ilmuwan dan dokter di seluruh dunia.
Willem Johan Kolff meninggal pada 11 Februari 2009 di Newtown Square, Pennsylvania, Amerika Serikat. Warisannya sebagai pionir dalam bidang organ buatan akan terus dikenang dan dihargai oleh generasi mendatang.
GALERI

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar