Wright Mills
Latar Belakang
Imajinasi Sosiologis
Salah satu kontribusi terbesar Mills adalah konsep "imajinasi sosiologis," yang ia perkenalkan dalam bukunya yang berjudul "The Sociological Imagination" (1959). Menurut Mills, imajinasi sosiologis adalah kemampuan untuk melihat hubungan antara pengalaman pribadi individu dan struktur sosial yang lebih luas. Konsep ini memungkinkan individu untuk memahami bagaimana kehidupan pribadi mereka dipengaruhi oleh sejarah dan struktur sosial.
Teori Kelas dan Kekuasaan
Mills juga dikenal karena pandangannya yang kritis terhadap kekuasaan dan stratifikasi sosial. Dalam karyanya yang berjudul "The Power Elite" (1956), Mills mengajukan gagasan bahwa kekuasaan di Amerika Serikat terkonsentrasi pada sekelompok kecil individu yang memegang kendali atas pemerintahan, militer, dan korporasi besar. Ia berpendapat bahwa elite kekuasaan ini memiliki kekuatan yang besar dalam menentukan arah kebijakan nasional dan mempengaruhi kehidupan banyak orang.
Pengaruh Marxian
Pemikiran Mills dipengaruhi oleh teori-teori Karl Marx, meskipun ia tidak sepenuhnya setuju dengan pendekatan Marxian. Ia menggunakan konsep-konsep Marxian untuk menganalisis masyarakat kapitalis, tetapi ia juga menekankan pentingnya memahami interaksi antara struktur ekonomi, politik, dan budaya.
Kritik terhadap Sosiologi Arus Utama
Karya-Karya Utama
Warisan
Warisan C. Wright Mills tetap relevan hingga saat ini. Konsep imajinasi sosiologisnya telah menjadi salah satu landasan utama dalam pendidikan sosiologi, membantu mahasiswa dan peneliti untuk memahami hubungan antara kehidupan pribadi dan struktur sosial. Pandangan kritisnya terhadap kekuasaan dan stratifikasi sosial juga terus menginspirasi generasi baru sosiolog untuk mengkaji kekuasaan dan ketidakadilan dalam masyarakat.

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar