AC Milan

AC Milan: Keagungan Rossoneri dan Raja Eropa

Associazione Calcio Milan, atau yang lebih dikenal sebagai AC Milan atau hanya Milan, adalah klub yang mewujudkan esensi keindahan, gaya, dan kesuksesan dalam sepak bola. Berbasis di kota Milan, Italia, klub ini berdiri sebagai salah satu raksasa sepak bola global, terkenal dengan julukan Rossoneri (Si Merah dan Hitam).1 AC Milan bukan hanya kolektor gelar; mereka adalah simbol keunggulan taktis dan estetika permainan, terutama di panggung Eropa.2


📜 Pendirian dan Identitas Awal

AC Milan memiliki akar yang unik, didirikan oleh warga negara Inggris.

🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿 Kelahiran Milan

Klub ini didirikan pada 16 Desember 1899 oleh dua ekspatriat Inggris: Alfred Edwards dan Herbert Kilpin.3 Awalnya bernama Milan Cricket and Football Club.

  • Pendiri Kunci: Herbert Kilpin dikenal sebagai bapak pendiri dan menetapkan warna klub yang ikonik.4

  • Warna Rossoneri: Kilpin memilih warna Merah untuk melambangkan api dan keberanian para pemain, dan Hitam untuk melambangkan rasa takut lawan yang akan mereka timbulkan.

🏆 Gelar Dini

Milan memenangkan gelar liga pertama mereka pada tahun 1901.5 Namun, pada tahun 1908, klub mengalami perpecahan internal mengenai kebijakan merekrut pemain asing, yang berujung pada pembentukan rival sekota mereka, F.C. Internazionale Milano (Inter Milan).


🌍 Dominasi Eropa: Tujuh Kali Raja

AC Milan diakui sebagai salah satu klub paling sukses di dunia di tingkat internasional.6 Mereka memegang rekor sebagai klub Italia yang paling banyak memenangkan gelar Eropa.

KompetisiJumlah GelarCatatan
Liga Champions UEFA7Klub kedua tersukses di sejarah kompetisi setelah Real Madrid.
Piala Winners UEFA2
Piala Super UEFA5
Piala Interkontinental/Dunia Klub FIFA4Rekor Italia.

🥇 Era Nereo Rocco (1960-an)

Di bawah pelatih Nereo Rocco, AC Milan mulai mengukuhkan diri di Eropa, memenangkan Piala Eropa pertama mereka pada tahun 1963. Rocco dikenal sebagai pelopor pertahanan catenaccio yang efisien.7

💫 Era Sacchi (Akhir 1980-an)

Periode paling revolusioner terjadi di akhir 1980-an di bawah pelatih Arrigo Sacchi dan di bawah kepemimpinan presiden Silvio Berlusconi. Sacchi memperkenalkan gaya bermain tekanan tinggi (pressing) dan pertahanan zona yang ketat, mengubah sepak bola Italia.

  • Trio Belanda Ikonik: Kedatangan Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard membentuk salah satu trio penyerang-gelandang terhebat dalam sejarah.8

  • Pencapaian: Mereka memenangkan dua Piala Eropa berturut-turut (1989 dan 1990), menunjukkan dominasi taktis yang tak tertandingi.9

🛡️ Era Capello dan Ancelotti

Dominasi berlanjut di bawah Fabio Capello (era Gli Invicibili – Tim Tak Terkalahkan, yang tidak terkalahkan selama 58 pertandingan liga) dan kemudian di bawah Carlo Ancelotti pada 2000-an. Ancelotti memimpin tim yang diisi bintang seperti Paolo Maldini, Kaká, dan Andrea Pirlo, memenangkan Liga Champions pada tahun 2003 dan 2007.


🇮🇹 Koleksi Domestik

Di tingkat domestik, Milan adalah salah satu dari tiga klub besar Italia (Le Tre Grandi), bersaing ketat dengan Juventus dan Inter Milan.

  • Gelar Liga Italia (Scudetto): Lebih dari 19 gelar.

  • Coppa Italia: Lebih dari 5 gelar.

  • Supercoppa Italiana: Lebih dari 7 gelar.


🏟️ Stadion dan Il Derby della Madonnina

San Siro / Stadio Giuseppe Meazza

AC Milan berbagi markas dengan rival sekota mereka, Inter Milan, di stadion ikonik Stadio Giuseppe Meazza.10 Stadion ini biasanya disebut San Siro oleh fans Milan (berdasarkan distrik di mana ia berada), sementara pendukung Inter lebih sering menyebutnya dengan nama resminya, yang dinamai dari legenda Inter Milan. Stadion ini adalah rumah bagi derbi terbesar di Italia.

🔥 Rivalitas Abadi: Il Derby della Madonnina

Pertandingan melawan Inter Milan adalah Derby della Madonnina, dinamai dari patung Bunda Maria di puncak Katedral Duomo.11 Rivalitas ini adalah ujian kekuasaan di kota Milan. Secara historis, Milan (awalnya didirikan oleh ekspatriat Inggris) dianggap sebagai klub dari kelas pekerja, sementara Inter (berasal dari perpecahan) dianggap mewakili borjuis, meskipun perbedaan ini tidak lagi relevan di masa modern.12


🌟 Legenda dan Ikon Rossoneri

Milan memiliki warisan pemain hebat yang luar biasa, seringkali mereka adalah simbol kesetiaan dan keunggulan.

  • Paolo Maldini: Mungkin pemain yang paling identik dengan klub. Legenda pertahanan yang menghabiskan seluruh karir profesionalnya (25 musim) di Milan, memenangkan 5 gelar Liga Champions.

  • Franco Baresi: Kapten dan bek tengah ikonik dari era Sacchi/Capello.13 Dianggap sebagai salah satu bek terhebat sepanjang masa. Nomor punggung 6 miliknya dipensiunkan oleh klub.

  • Gunnar Nordahl: Striker legendaris Swedia dari era 1950-an, anggota Gre-No-Li (trio Swedia).14

  • Kaká: Gelandang serang Brasil yang memenangkan Ballon d'Or pada tahun 2007 setelah memimpin Milan meraih gelar Liga Champions.

  • George Weah: Penyerang Liberia yang memenangkan Ballon d'Or pada tahun 1995, satu-satunya pemain Afrika yang memenangkan penghargaan tersebut hingga saat ini.15


📈 Tantangan dan Kebangkitan Modern

Setelah era kejayaan Berlusconi berakhir, Milan mengalami periode yang sulit di tahun 2010-an, berganti kepemilikan dan berjuang untuk lolos ke Liga Champions.

Namun, di awal tahun 2020-an, di bawah kepemimpinan pelatih Stefano Pioli dan dengan skuad yang diisi pemain muda berbakat (seperti Rafael Leão dan Theo Hernández) yang dipadukan dengan pengalaman veteran (seperti Zlatan Ibrahimović), Milan kembali ke puncak Serie A.

Kemenangan Scudetto pada musim 2021-2022 adalah momen kebangkitan yang emosional, menandai kembalinya mereka ke status elit Italia dan menunjukkan bahwa semangat Rossoneri tidak pernah padam.

AC Milan adalah lambang warisan, di mana setiap kemenangan terasa seperti merayakan sejarah panjang keagungan.

Komentar

Postingan Populer