AS Roma
AS Roma: Sejarah, Identitas, dan Perjalanan Panjang Serigala Ibukota
Pendahuluan
Awal Berdirinya AS Roma (1927)
AS Roma lahir pada 22 Juli 1927, melalui penggabungan tiga klub:
Tujuannya: menciptakan klub kuat yang mewakili Roma dan bisa menandingi dominasi klub-klub Italia Utara seperti Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.
Sejak awal berdiri, Roma langsung menggunakan warna merah (merah marun) dan kuning keemasan—warna resmi kota Roma.
Tahun-Tahun Awal dan Identitas yang Terbentuk
Pada era 1930-an hingga 1950-an, Roma membangun fondasi kuat sebagai klub besar Italia dengan basis pendukung besar. Mereka meraih Scudetto pertama pada musim 1941–42. Stadion rumah mereka, Olimpico, menjadi salah satu stadion paling bersejarah di Eropa.
Meskipun tidak selalu menjadi juara, Roma dikenal sebagai klub penuh gairah, pertandingan penuh drama, dan persaingan sengit—terutama dengan rival berat mereka, Lazio, dalam Derby della Capitale.
Era Keemasan 1980-an
Roma memasuki periode emas pada awal 1980-an di bawah pelatih legendaris Nils Liedholm. Dengan pemain bintang seperti:
-
Agostino Di Bartolomei
Mereka berhasil:
-
Menjadi juara Serie A 1982–83
-
Menembus final Piala Eropa 1984 (kalah melawan Liverpool di final yang sangat dramatis di Olimpico)
Era ini dianggap salah satu momen paling membanggakan fans Roma.
Francesco Totti: Ikon Abadi Serigala Roma
Tak ada nama yang lebih besar dalam sejarah Roma selain Francesco Totti, "Il Capitano".
Profil Singkat Totti
-
Lahir di Roma
-
Debut pada 1993
-
Bermain selama 25 tahun untuk Roma
-
Pencetak gol terbanyak klub
-
Pemegang rekor penampilan terbanyak
Totti adalah simbol kesetiaan dalam sepak bola modern. Ia menolak tawaran besar dari Real Madrid demi tetap membela kota dan klub yang ia cintai. Totti bukan hanya legenda Roma, tapi legenda sepak bola dunia.
Era 2000-an: Dominasi di Coppa Italia
Pada 2000-an, Roma kembali menjadi kekuatan utama Italia.
Pemain bintang era ini termasuk:
Prestasi Utama
Meski kerap menjadi runner-up Serie A, Roma tetap menjadi pesaing serius di papan atas.
Derby della Capitale: Pertempuran Roma
Derby melawan SS Lazio adalah salah satu derby paling panas dan emosional di dunia. Pertandingan ini lebih dari sekadar sepak bola—ini soal identitas, sejarah, dan gengsi kota Roma.
Atmosfernya terkenal liar, penuh koreografi spektakuler, nyanyian keras, dan kadang tensi yang memuncak.
Stadio Olimpico
Roma berbagi stadion ini dengan Lazio. Kapasitasnya lebih dari 70.000 penonton, dengan atmosfer megah dan ikonik. Olimpico juga menjadi saksi:
-
Final Liga Champions
-
Final Euro
-
Upacara Olimpiade
Roma sebenarnya telah merencanakan pembangunan stadion baru bernama Stadio della Roma, namun proyeknya beberapa kali tertunda.
Era Modern: 2010-an – Sekarang
Roma tetap menjadi tim kuat di Serie A dan kompetitif di Eropa.
Nama-Nama Penting Dekade Terakhir
Dengan para pelatih seperti Rudi Garcia, Luciano Spalletti, dan Paulo Fonseca, Roma berusaha mempertahankan identitas sebagai tim menyerang yang atraktif.
Keajaiban di Liga Champions 2018
Salah satu momen paling legendaris Roma modern terjadi pada Liga Champions 2017–18, ketika mereka melakukan comeback mukjizat melawan Barcelona.
Agregat 1–4 pada leg pertama, Roma membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3–0 di Olimpico melalui gol:
Comeback ini dikenang sebagai “La Remontada Giallorossi”.
Era José Mourinho & Gelar Eropa Pertama (2021–2023)
Kedatangan José Mourinho pada 2021 memberikan perubahan mental yang besar.
Prestasi Penting
-
Juara UEFA Europa Conference League 2021–22
Ini adalah gelar Eropa pertama dalam sejarah klub.
Para pemain kunci:
-
Nicolo Zaniolo
Roma kemudian mencapai final Europa League 2023 namun kalah tipis oleh Sevilla.
Identitas dan Filosofi AS Roma
1. Klub Keluarga dan Kesetiaan
Roma terkenal dengan pemain lokal yang menjadi tulang punggung:
Ini memperkuat identitas klub sebagai klub keluarga, bukan klub yang membeli bintang besar secara masif.
2. Gaya Bermain Emosional
Roma dikenal sebagai klub yang bermain dengan:
-
Intensitas tinggi
-
Serangan agresif
-
Tekad dan kerja keras
3. Fans yang Sangat Loyal
Fans Roma adalah salah satu yang paling fanatik di Italia. Kemenangan dirayakan seperti kemenangan perang; kekalahan dirasakan sangat dalam.
Kesimpulan
AS Roma adalah klub besar dengan sejarah panjang, penuh drama, emosi, dan kebanggaan. Dari masa kejayaan 1980-an, kesetiaan abadi Francesco Totti, comeback ajaib di Liga Champions, hingga gelar Eropa pertama bersama Mourinho, Roma terus menjadi ikon sepak bola Italia.
Dengan identitas kuat, semangat Romawi, dan dukungan luar biasa dari para tifosi, AS Roma tidak hanya menjadi klub sepak bola, tetapi juga warisan budaya kota Roma.

.jpg)

Komentar
Posting Komentar