Nottingham Forest FC


Nottingham Forest FC: Dari Kejayaan Eropa hingga Semangat Kebangkitan

Pendahuluan

Nottingham Forest Football Club adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di kota Nottingham, Inggris. Didirikan pada tahun 1865, klub ini termasuk salah satu yang tertua di dunia, bahkan lebih tua dari banyak klub terkenal lain di Inggris. Dengan julukan “The Reds” atau “Forest”, Nottingham Forest dikenal karena warna merah khasnya dan sejarah gemilang di akhir 1970-an di bawah pelatih legendaris Brian Clough.

Forest bukan sekadar klub biasa — mereka adalah simbol kebangkitan, keajaiban, dan bukti bahwa kerja keras serta tekad bisa membawa klub kecil mencapai puncak kejayaan Eropa.


Sejarah Awal dan Identitas Klub

Nottingham Forest didirikan oleh sekelompok pemain hoki dan shinty (sejenis permainan mirip hoki asal Skotlandia) yang ingin mencoba sepak bola pada tahun 1865. Pertandingan pertama mereka tercatat pada tahun 1866 melawan Notts County — klub profesional tertua di dunia yang juga berasal dari kota yang sama, menjadikan derby Nottingham sebagai salah satu rivalitas paling tua di Inggris.

Forest awalnya bermain di berbagai lapangan sebelum akhirnya menetap di stadion legendaris mereka saat ini, The City Ground, yang berdiri sejak 1898 di tepi Sungai Trent. Warna merah yang kini identik dengan klub terinspirasi dari klub Italia, Garibaldi Redshirts, yang menjadi simbol keberanian dan revolusi — mencerminkan semangat juang klub sejak awal berdirinya.


Perjalanan Menuju Kasta Tertinggi

Selama awal abad ke-20, Nottingham Forest sering berpindah-pindah antara divisi liga Inggris. Mereka memenangkan FA Cup pertama mereka pada tahun 1898, sebuah pencapaian besar pada masa itu. Namun setelahnya, klub mengalami masa naik-turun yang panjang, hingga akhirnya benar-benar bersinar pada era 1970-an.


Era Keemasan: Brian Clough dan Keajaiban Eropa

Kebangkitan Nottingham Forest dimulai ketika Brian Clough dan asistennya Peter Taylor mengambil alih klub pada tahun 1975. Saat itu, Forest hanyalah tim biasa di divisi dua. Namun di tangan Clough, semuanya berubah total.

Dalam waktu singkat, Clough membawa Forest promosi ke First Division (kini Premier League) pada musim 1976/77. Hanya satu musim setelah promosi, Forest secara luar biasa menjuarai liga Inggris musim 1977/78 — sebuah prestasi langka dan luar biasa.

Namun kisah keajaiban tidak berhenti di situ. Forest kemudian menjuarai Piala Eropa (kini Liga Champions) secara dua kali berturut-turut pada 1978/79 dan 1979/80, mengalahkan tim-tim raksasa seperti Liverpool, Malmö FF, dan Hamburg SV.
Dengan demikian, Nottingham Forest menjadi satu-satunya klub di dunia yang memiliki lebih banyak gelar Liga Champions daripada gelar liga domestik — fakta unik yang hingga kini sering dibanggakan para pendukung mereka.

Selain itu, Forest juga meraih Piala Super Eropa (UEFA Super Cup) tahun 1979, menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan besar sepak bola Eropa pada era tersebut.


Pemain dan Tokoh Legendaris

Era kejayaan Nottingham Forest tak bisa dilepaskan dari para pemain dan tokoh yang membangun fondasi kesuksesan klub. Beberapa di antaranya:

Mereka bukan hanya pemain, melainkan legenda yang mewariskan semangat luar biasa bagi generasi berikutnya.


Masa Sulit dan Kejatuhan

Setelah era keemasan Clough berakhir pada awal 1990-an, Nottingham Forest mulai mengalami masa sulit. Mereka sempat terdegradasi dari Premier League pada 1993, kemudian bangkit lagi pada 1994/95 di bawah manajer Frank Clark dan berhasil finish di peringkat ketiga liga, bahkan bermain di UEFA Cup. Namun konsistensi menjadi masalah besar bagi Forest.

Pada akhir 1990-an hingga 2000-an, klub ini terperosok ke Championship, bahkan sempat turun ke League One (divisi ketiga) pada tahun 2005 — pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Masa-masa itu menjadi periode kelam bagi klub yang pernah menaklukkan Eropa, membuat para penggemarnya harus bersabar bertahun-tahun untuk melihat tim kebanggaan mereka kembali ke puncak.


Kebangkitan Kembali ke Premier League

Harapan baru muncul pada tahun 2022, ketika Nottingham Forest akhirnya berhasil kembali ke Premier League setelah absen selama 23 tahun. Di bawah pelatih Steve Cooper, Forest menjalani perjalanan luar biasa di Championship musim 2021/22. Mereka sempat berada di dasar klasemen pada awal musim, namun dengan semangat juang tinggi, berhasil bangkit dan memenangkan play-off promosi setelah mengalahkan Huddersfield Town di final di Wembley.

Kembalinya Forest ke Premier League disambut dengan sukacita besar oleh para pendukung di seluruh dunia. The City Ground kembali hidup, dan Nottingham kembali menjadi bagian dari elit sepak bola Inggris.


Kehidupan di Premier League dan Ambisi Masa Depan

Di bawah kepemilikan Evangelos Marinakis, pengusaha asal Yunani, Nottingham Forest kini tengah berusaha membangun masa depan yang stabil di Premier League. Meski sempat kesulitan di musim pertama setelah promosi, tim menunjukkan semangat bertarung yang luar biasa, terutama saat bermain di kandang.

Dengan para pemain seperti Morgan Gibbs-White, Taiwo Awoniyi, dan Orel Mangala, Forest kini dikenal sebagai tim yang energik, cepat, dan tidak mudah menyerah. Mereka menekankan pada gaya permainan menyerang dan semangat kolektif — ciri khas yang sejalan dengan warisan Brian Clough.


The City Ground: Rumah dan Identitas Abadi

The City Ground bukan sekadar stadion, melainkan tempat penuh sejarah dan emosi. Terletak di tepi Sungai Trent, stadion ini memiliki kapasitas lebih dari 30.000 penonton dan dikenal karena atmosfernya yang intim serta dukungan fanatik dari para pendukung “Tricky Trees”.

Rivalitas mereka dengan Derby County — yang disebut “East Midlands Derby” — juga merupakan salah satu yang paling panas di Inggris. Trofi yang diperebutkan dalam derby ini dinamakan Brian Clough Trophy, sebagai penghormatan kepada sang legenda yang pernah melatih kedua klub.


Filosofi dan Semangat Klub

Nottingham Forest bukan hanya klub yang hidup dari masa lalu. Mereka adalah simbol semangat perjuangan tanpa henti. Klub ini membuktikan bahwa kejayaan sejati tidak hanya tentang kekayaan atau bintang besar, tetapi tentang keyakinan, disiplin, dan kebersamaan.

Filosofi mereka sederhana namun kuat: “Work hard, play fair, and never give up.”
Itulah prinsip yang membuat Forest dicintai, bukan hanya oleh fans mereka, tetapi juga oleh pecinta sepak bola sejati di seluruh dunia.


Kesimpulan

Nottingham Forest FC adalah cerminan dari romantisme sepak bola Inggris — klub tua dengan sejarah megah, masa sulit yang panjang, dan semangat kebangkitan yang tak pernah padam. Dari keajaiban Eropa di bawah Brian Clough hingga perjuangan modern di Premier League, Forest menunjukkan bahwa legenda sejati tidak pernah mati.

Craven Cottage mungkin indah, Anfield megah, Old Trafford monumental — tetapi City Ground adalah tempat di mana keajaiban pernah benar-benar terjadi.

Komentar

Postingan Populer