Nottingham Forest FC
Nottingham Forest FC: Dari Kejayaan Eropa hingga Semangat Kebangkitan
Pendahuluan
Sejarah Awal dan Identitas Klub
Forest awalnya bermain di berbagai lapangan sebelum akhirnya menetap di stadion legendaris mereka saat ini, The City Ground, yang berdiri sejak 1898 di tepi Sungai Trent. Warna merah yang kini identik dengan klub terinspirasi dari klub Italia, Garibaldi Redshirts, yang menjadi simbol keberanian dan revolusi — mencerminkan semangat juang klub sejak awal berdirinya.
Perjalanan Menuju Kasta Tertinggi
Era Keemasan: Brian Clough dan Keajaiban Eropa
Kebangkitan Nottingham Forest dimulai ketika Brian Clough dan asistennya Peter Taylor mengambil alih klub pada tahun 1975. Saat itu, Forest hanyalah tim biasa di divisi dua. Namun di tangan Clough, semuanya berubah total.
Dalam waktu singkat, Clough membawa Forest promosi ke First Division (kini Premier League) pada musim 1976/77. Hanya satu musim setelah promosi, Forest secara luar biasa menjuarai liga Inggris musim 1977/78 — sebuah prestasi langka dan luar biasa.
Namun kisah keajaiban tidak berhenti di situ. Forest kemudian menjuarai Piala Eropa (kini Liga Champions) secara dua kali berturut-turut pada 1978/79 dan 1979/80, mengalahkan tim-tim raksasa seperti Liverpool, Malmö FF, dan Hamburg SV.
Dengan demikian, Nottingham Forest menjadi satu-satunya klub di dunia yang memiliki lebih banyak gelar Liga Champions daripada gelar liga domestik — fakta unik yang hingga kini sering dibanggakan para pendukung mereka.
Selain itu, Forest juga meraih Piala Super Eropa (UEFA Super Cup) tahun 1979, menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan besar sepak bola Eropa pada era tersebut.
Pemain dan Tokoh Legendaris
Era kejayaan Nottingham Forest tak bisa dilepaskan dari para pemain dan tokoh yang membangun fondasi kesuksesan klub. Beberapa di antaranya:
-
John Robertson – winger brilian yang menjadi kunci kemenangan di dua final Piala Eropa.
-
Viv Anderson – bek tangguh dan pemain kulit hitam pertama yang bermain untuk tim nasional Inggris.
Mereka bukan hanya pemain, melainkan legenda yang mewariskan semangat luar biasa bagi generasi berikutnya.
Masa Sulit dan Kejatuhan
Setelah era keemasan Clough berakhir pada awal 1990-an, Nottingham Forest mulai mengalami masa sulit. Mereka sempat terdegradasi dari Premier League pada 1993, kemudian bangkit lagi pada 1994/95 di bawah manajer Frank Clark dan berhasil finish di peringkat ketiga liga, bahkan bermain di UEFA Cup. Namun konsistensi menjadi masalah besar bagi Forest.
Masa-masa itu menjadi periode kelam bagi klub yang pernah menaklukkan Eropa, membuat para penggemarnya harus bersabar bertahun-tahun untuk melihat tim kebanggaan mereka kembali ke puncak.
Kebangkitan Kembali ke Premier League
Kembalinya Forest ke Premier League disambut dengan sukacita besar oleh para pendukung di seluruh dunia. The City Ground kembali hidup, dan Nottingham kembali menjadi bagian dari elit sepak bola Inggris.
Kehidupan di Premier League dan Ambisi Masa Depan
Dengan para pemain seperti Morgan Gibbs-White, Taiwo Awoniyi, dan Orel Mangala, Forest kini dikenal sebagai tim yang energik, cepat, dan tidak mudah menyerah. Mereka menekankan pada gaya permainan menyerang dan semangat kolektif — ciri khas yang sejalan dengan warisan Brian Clough.
The City Ground: Rumah dan Identitas Abadi
The City Ground bukan sekadar stadion, melainkan tempat penuh sejarah dan emosi. Terletak di tepi Sungai Trent, stadion ini memiliki kapasitas lebih dari 30.000 penonton dan dikenal karena atmosfernya yang intim serta dukungan fanatik dari para pendukung “Tricky Trees”.
Rivalitas mereka dengan Derby County — yang disebut “East Midlands Derby” — juga merupakan salah satu yang paling panas di Inggris. Trofi yang diperebutkan dalam derby ini dinamakan Brian Clough Trophy, sebagai penghormatan kepada sang legenda yang pernah melatih kedua klub.
Filosofi dan Semangat Klub
Filosofi mereka sederhana namun kuat: “Work hard, play fair, and never give up.”
Itulah prinsip yang membuat Forest dicintai, bukan hanya oleh fans mereka, tetapi juga oleh pecinta sepak bola sejati di seluruh dunia.
Kesimpulan
Craven Cottage mungkin indah, Anfield megah, Old Trafford monumental — tetapi City Ground adalah tempat di mana keajaiban pernah benar-benar terjadi.
.png)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar